ASAL MULA ISLAM
ASAL MULA KATA “ALLAH”
Umumnya, kata “Allah” adalah singkatan dalam
bahasa Arab Al-ilah, yang berarti “Tuhan”. Baik orang Kristen Arab dan
penyembah berhala menggunakan kata Ilah untuk Tuhan. Walaupun Kitab bahasa
Arab dan bahasa Indonesia sekarang menggunakan kata “Allah“ untuk Tuhan.
Dahulu, persamaan kata dalam bahasa Timur Tengah el, berarti dewa, benar
atau salah, seperti di Ugaritik, Kanaan, dan Yahudi. Sebelum Muhamad, Ka’abah
yang adalah rumah bagi para 360 berhala, disebut Bait Allah, atau “rumah
Allah“. Ayah Muhamad yang meninggal sebelum ia lahir bernama ’Abdullah’ yang
berarti hamba Allah. Juga, suku bangsa Yahudi disebut ’Abdullah bin Salam’
dalam Bukhari vol.5 buku59 bab.13 no.362 hal.241.
Khususnya, diantara berhala yang dipuja di Mekah,
salah satu disebut “Allah”. Berhala yang istimewa ini adalah Tuhan/dewanya suku
bangsa Quraish, dan mempunyai tiga anak perempuan. Jika dibandingkan dengan
empat dari lima rukun Islam, Orang Mekah sebelum Muhamad ada berpuasa di
hari yang sama, memberi sedekah mereka, berdoa menghadap ke Mekah,
dan melakukan naik haji (umrah) ke Mekah. Ada juga banyak perbedaan,
tetapi beberapa keajaiban dalam kelanjutan dari hal-hal ini dilakukan dengan
tanpa perubahan dalam kebiasaan penyembah berhala Quraish meyembah.
Seperti
bagian berikut yang akan ditunjukkan, seperti dewa utama Yunani Zeus dating dari kata yang umum
untuk Tuhan (theos), sesuatu yang sama terjadi dengan orang Arab sebelum
adanya Islam.
PARA PEMUJA ALLAH
Banyak orang
primitif menyembah dewa matahari dan dewi bulan. Orang Arab di Barat tidak
biasa untuk memuja dewa bulan dan istrinya dewi matahari. Ada juga
patung-patung pre-islam simbol dewa tersebut: bulan sabit. Itu seperti terlihat
bulan sabit Shi’ite orang islam, selain Shi’ites yang ditambahkan sebuah
bintang kecil. Orang Yaman/sabaean juga mempunyai dewa bulan menurut
ensiklopedia Islam hal.303. Kaum Quraish mungkin mendapat berhalanya dari
mereka.
Seperti yang
telah dikatakan, Allah mempunyai tiga anak perempuan yang dinamakan Lat,’Uzza,
dan Manat. Pada suatu waktu “nabi Allah” berkompromi dan mengatakan dalam AL
Qur’an (Sura 53:19) bahwa “campur tangan mereka sangat diharapkan”. Dilain
kata, dia mengatakan kita harus berharap akan bantuan dari tiga berhala ini.
Pengikut Muhamad
pasti terkejut ketika ia katakan hal itu. Kemudian, Muhamad merubah pikirannya
dan berkata bahwa setan menipunya. Sejak kesalahan itu dibuat, ayat-ayat ini
“dicabut“ atau dibuang. Ayat-ayat ini sering disebut “ayat setan“. Ini menarik
untuk membaca bagaimana Allah dapat disebut “ayat-ayat yang dicabut“ dalam Sura
13:39; 16:101; vol.2:106. Sura 41:37 menyebutkan dengan mencela pemuja dewa
matahari dan dewi bulan.
Ringkasnya,
Mekah dalam masa nya Muhamad merupakan kota yang sangat cosmopolitan.
Sabaeans dan suku bangsanya Muhamad, kaum Quraish menyembah
dewa bulan, bernama Al-ilah atau Allah, dan tiga anaknya. Al-Qura’an
mengatakan
untuk tidak menyembah berhala, yang sebelumnya orang cendekiawan Islam
mengakui
Muhamad semula menyisipkan ayat-ayat yang mengatakan campur tangan
ketiga anak
perempuan Allah sangat diharapkan.
MUHAMAD SEORANG SUAMI
Sura 4:3
mengatakan laki-laki boleh mempunyai paling sedikit empat istri, kecuali di
Sura 33:50 mengatakan bahwa Muhamad mempunyai pengecualian akan dirinya
sendiri. Menurut seorang cendekiawan Islam berikut adalah istri-istri Muhamad
dan selir/gundik.
- Khadija binti Khuwailjd (meninggal pertama kali)
- Sawda/Sauda binti Zam’a
- ’Aisha’/A’isha (berumur 8-9t ahun)
- Omm/Umm Salama
- Hafsa¾ budak/ selir ¾
- Zaynab/Zainab binti Jahsh
- Juwairiya (tahanan)
- Umm Habiba (hubungannya tidak jelas)
- Saffiya binti Huyai (tahanan)
- Maimuna orang Hareth
- Fatima (sebentar/singkat)
- Hind (janda)
- Asma orang Saba
- Zaynab orang Kozayma
- Habla
- Asma orang Noman
- Mary seorang Kristen
- Rayhana
- Umm Sharik
- Maimuna
- Zainab (orang yang ketiga)
- Khawla
Muhamad menikahi
Safiya setelah membunuh suaminya dan orang kaum Banu Quraiza (Bukhari
vol.2 buku 14 bab.5 no.68 hal.35, Bukhari vol.4 buku 52 bab.74 no.143
hal.92, dan Bukhari vol.4 buku 57 bab.168 setelah no.280 hal.175-176)
Telah ada juga
penutup di Arab Saudi, karena wanita asing yang pergi kesana sebagai pembantu
rumah tangga secara paksa digunakan sebagai budak seks. Anda tidak dapat
menuduh laki-laki Saudi yang melakukan ini dengan berpikir munafik. Sesuai
dengan tradisi agama mereka, secara moral dapat diterima untuk memaksa budak
wanita untuk melakukan seks. Lihat Bukhari vol.3 buku 34 bab.111 no.432
hal.237; vol.3 buku 34 bab.113 setelah no.436 hal.239-240; vol.5 buku 59 bab.31
no.459 hal.317; vol.8 buku 76 bab.3 no.600 hal.391; Sahih Muslim vol.2
buku8 bab.560 no.3571 hal.732-733.
London
Economist melaporkan
bahwa orang-orang Islam di Sudan memperbudak dan menjual wanita dan anak-anak
suku Dinka. Newsweek edisi khusus 4 Mei 1992 tentang perbudakan juga
melaporkan bahwa orang-orang Islam tetap memperbudak orang kulit hitam seperti
apa yang dilakukan Austin American Statesman pada tanggal 2 Februari
1996. Readers Digest tanggal 3/1996 hal.77-81 “Perbudakan yang memalukan
kembali ke Africa” adalah sesuatu berita penindasan yang mengiris hati.
MUHAMAD SEORANG YANG MAKMUR
Muhamad merampas
para kafilah dengan orang-orangnya. Bukhari vol.3 buku 38 bab.8 no.495
hal.280 mengatakan ,”Ketika Allah membuat nabi-nabi kaya melalui
penaklukan…”1/5 dari barang rampasan dimasukan dalam perbendaharaan, dan Sahih
Muslim vol.2 buku 5 bab.401 no.2348 hal.519 mengatakan bahwa seluruh
keluarga Muhamad mendapat bagiannya. Perampasan orang Islam pertama dikenal
dengan nama Serangan Nakhla. Selama masa gencatan senjata, pengikut Muhamad
menyergap para kafilah, membunuh seorang budak yang tersisa, dan mengambil
barang rampasan mereka. Muhamad sendiri juga ikut memimpin serangan yang kedua
di Badr. Muhamad menambah kekayaannya dengan menyerang pemukiman Yahudi di Khaibar.
Dia dan para pengikutnya yang setia juga mendapatkan barang rampasan dan istri
(Muhamad butuh istri lagi?) dari 700-1.000 orang Yahudi suku bangsa Banu
Quraiza, mereka memenggal kepala mereka setelah menyerahkan diri.
MUHAMAD SEORANG PENDOSA
Ketika Alkitab
mengatakan Isa orang yang tanpa dosa, di sini Qur’an dan Bukhari Hadisth
katakan tentang Muhamad. Dalam Sura 40:55 dan 48:1-2 Allah berkata pada Muhamad
untuk meminta ampun atas dosa yang telah dibuatnya (atau kelemahannya).
Sekarang orang-orang tidak perlu meminta mapunatas kelemahan fisiknya, namun
atas kelemahan moralnya. Sahih Muslim vol.1 buku 4 bab.268 no.1695
hal.373 mengatakan Muhamad berdoa,”Saya merasa bersalah dan mengakui dosa saya.
Ampuni seluruh kesalahan saya…” Bukhari vol.1 buku 2 bab.13 no.19 hal
23, Bukhari vol.1 buku 12 bab.57 no.781 hal.434, vol.6 buku 60 bab.3
no.3 hal.4; Bukhari vol.8 buku 75 bab.62 sebelum no.407 hal.271 juga
sebelum menyebutkan dosa-dosanya Muhamad. Hal yang khusus disebutkan dalam Bukhari
vol.1 buku 4 bab.70 no.234 hal.147-148; Bukhari vol.8 buku 82 bab.1
no.794,795 hal.520 yaitu memasukan pemotongan lengan/tungkai orang-orang,
membakar mata mereka, dan membuat mereka mati kehausan setelah lengan dan
tungkainya dipotong. Lihat Bukhari vol.8 buku 82 bab.3 no.796, bab.4
hal.797; Bukhari vol.6 bab.150 sebelum no.198 hal.158-159, sama juga
dalam Fiqh us-Sunnah vol.1 hal.133.
Anda mungkin
akan setuju bahwa hal-hal ini adalah dosa yang berat. Sejak Hadist mengatakan
Muhamad melakukan dosa-dosa ini, lalu dia meminta pengampunan dengan sangat
buruk. Pertanyaan yang aneh adalah: “sebenarnya siapa yang membayar harga atas
dosamu?“ Isa mengatakan Dia membayar dengan tebusan atas dosa kita. Islam tidak
mengajarkan baik Allah ataupun Muhamad sebagai orang yang membayar harga
atas dosa. Bagaimana dosamu akan dibayar, atau Allah mengedipkan mataNya atas
beberapa dosa dan tidak bagi lainnya?
Beberapa orang
mungkin berpikir kejahatan tidak terlalu dipikirkan selama seseorang itu
menyebut dirinya orang Islam atau muslim. Orang Islam sekarang ini membunuh
orang-orang Kristen dan melakukan pembunuhan besar-besaran diseluruh desa-desa
di Sudan, Nigeria, dan Indonesia. Ketika disebut orang Kristen membunuh orang
Islam, orang-orang dapat dengan benar menunjukkan mereka (orang kristen)
melawan sifat Kristus. Ketika orang Islam membunuh orang Kristen, yang
menyembah Allah yang Sejati. Saya tidak pernah mendengar orang-orang mengatakan
mereka (orang Islam) melawan sifat dari Muhamad.
Maafkan saya
atas keterusterangan saya, namun orang Islam telah membunuh orang-orang yang
menyembah Allah yang sebenarnya yang harusnya berhenti. Ketika orang Islam
merasa puas atas pembunuhan ini kerena nabi mereka (Muhamad) melakukan hal ini
juga, lalu orang-orang bertanya tentang nabi mereka itu, Allah mereka yang
mencabut perkataannya, dan asal mula tentang Islam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar